Friday, February 08, 2008

Makam-makam lama di (The old tombs at) Lubok Batu, Segamat...

OK... Kali ini biar saya bawa anda menziarahi satu kawasan permakaman tertentu di Segamat, Johor. Sila! :]
OK... This time let be bring you to visit a certain cemetery in Segamat, Johor. Come! :]


Sekitar 2-3 km keluar bandar Segamat, di tepi jalan utama ke Muar, kelihatan sebuah masjid yang dikenali sebagai Masjid Makam Lubok Batu...

About 2-3km outside of Segamat town, beside the main road to Muar, one could see a mosque known as Masjid Makam Lubok Batu (the mosque of the Lubok Batu tombs)...


Betul-betul di seberang jalan menghadap masjid, terletak sebuah kawasan perkuburan yang mengandungi banyak makam-makam lama...

Right across the road facing the mosque, there's a cemetery containing many old tombs...



Antara banyak makam-makam lama ini, terdapat 3 kelompok makam yang paling terserlah, masing-masing berbumbung. Di gambar atas ini adalah kelompok yang terletak paling bawah... Adapun makam-makam ini terletak di tepian bukit.

Among the many old tombs, there's 3 groups of tombs which are the most prominent, each of them roofed. In the picture above is the group situated on the lowest level... As it is, the tombs are situated on the terrains of a hill.


Yang ini pula adalah kelompok makam di pertengahan kawasan bukit...

This is the group at the medium level of the hill...


Antara kelompok ini, terdapat sebuah makam menggunakan batu nesan jenis Aceh, dikatakan digunakan cuma oleh personaliti terserlah yang ada kena-mengena atau ada darah Aceh.

Among this group, there is one tomb using the Aceh type gravestone, said to be used only by prominent personalities with ties or bloodline related to Aceh.


Ini adalah kelompok makam di tempat yang tertinggi dan paling terserlah.Menurut cerita rakyat tempatan, batang pokok di sebelah ini mengandungi sebuah meriam lama di pangkalnya, meriam yang akan meletus dan bunyinya kedengaran merata jika ada apa-apa malapetaka akan menimpa Segamat, misalnya banjir besar yang berlaku setahun lalu!
This this the group of tombs at the highest place and most prominent. According to local legends, the tree besides here contains an old cannon inside its trunks, a cannon which would explode and the sound heard across if any mishap where to happen to Segamat, such as the big flood a year ago!

Sedikit di luar kawasan berbumbung terletak sebuah makam yang dikatakan milik seorang personaliti purba yang sangat terkenal...

Just outside this roofed area lies a certain tomb said to belong to a very famous ancient personality...


Nama yang tercatat pada batu nesan ialah Datuk Bendahara Lubuk Batu, Bendahara terakhir kerajaan Melayu Melaka, mangkat tahun 1511! Menurut ceritanya, selepas Kota Melaka ditawan Portugis 1511, Bendahara telah membawa diri ke kawasan ini. Bendahara adalah jawatan bangsawan tertinggi di istana selain daripada raja. Maka siapa pula agaknya yang memiliki makam-makam yang diletakkan lebih tinggi dan terserlah kedudukannya daripada makam Bendahara?
The name on the gravestone is of Datuk Bendahara (something like the royal prime minister) Lubok Batu, the last Bendahara of the Malay kingdom of Melaka, deceased in the year 1511! The stories said, after the fort of Melaka was captured by the Portuguese 1511, the Bendahara left off for this area. Bendahara is the highest noble post in the palace besides the king. So who could have owned the tombs situated higher and more prominent than that of the Bendahara?


Untuk pengetahuan, makam-makam ini adalah milik ahli keluarga Raja Temenggung yang memerintah Muar! Adapun daerah Segamat termasuk di dalam daerah (atau negeri) Muar dahulukala!
For information, the tombs here belong to the Raja Temenggung (a royal title which also signifies it's place as some sort of chief police or minister of internal affairs) who ruled Muar! As it is, the district of Segamat used to part of the old district (or country) of Muar!

Salah satu makam di sini juga menggunakan batu nesan Aceh. Adapun Raja-raja Temenggung Muar memang mempunyai darah Aceh kerana moyang utama mereka adalah seorang Sayid daripada keluarga Al-Idrus yang duduk di Kampung Pasir, Aceh dan berkahwin dengan anak seorang Sultan Aceh abad ke 16 Masihi!

One of the tombs here also uses the Aceh gravestones. As it is, the Raja Temenggung Muar do have Aceh blood as their main ancestor, a Sayid (descendant of Prophet Muhammad SAW) from the Al-Idrus family who stayed at Kampung Pasir, Aceh and married to the daughter of an Aceh Sultan of 16th Century AD!


Inilah makam yang paling terserlah di Lubok Batu, makam seorang Raja Temenggung Muar... Saya tidak ingat siapa kerana gambar ini diambil lebih sebulan lalu. Yang pasti, Raja Temenggung yang ini hidup abad ke 19 Masihi. Untuk makluman, makam Bendahara Lubok Batu terletak di bawah sebelah kanan makam ini!

This is the most prominent tomb in Lubok Batu, the tomb of a Raja Temenggung Muar... I can't remember whom as the picture was taken more than a month ago. What is sure, this Raja Temenggung lived in the 19 Century. For informtion, the tomb of Bendahara Lubuk Batu is situated down right this tomb!


Walaupun berdarah Aceh, batu nesan Raja Temenggung ini bukanlah batu nesan Aceh. Sebaliknya, pada penglihatan saya, reka-bentuknya lebih menyerupai kebanyakan batu-batu nesan Sultan-Sultan Perak.

Although of Aceh blood, the gravestone of this Raja Temenggung is not of Aceh gracestone. On the other hand, to my sight that is, its design is more like that of most gravestones of the Sultans of Perak.

Hmm... Mungkin juga batu nesan di sini asalnya batu nesan Aceh juga tetapi telah ditukar ganti? Sepertimana juga batu nesan makam Sultan-sultan Perak diganti kesemuanya, kalau tak salah ingatan tahun 1920an. Sekian...

Hmm... Maybe the gravestone here too was originally of Aceh gravestone but was replaced? Just like the gravestones at the tombs of the Sultans of Perak was all replaced, if memory serves me right in the 1920s. That's all...