Thursday, August 09, 2012

Makam berbatu nesan Aceh (Tomb with Aceh tombstones), Kampung Tanah Datar, Gadong, Rembau



Seterusnya kami ke Kampung Tanah Datar, Gadong di mana terdapat makam ini.
Next we went to Kampung (village of) Tanah Datar, Gadong where lies this tomb.


Ia adalah lokasi kedua di Negeri Sembilan memiliki batu nesan Aceh pernah kami jejaki.
It is the second location in Negeri Sembilan with Aceh tombstones we have stepped foot on.


Tidak dapat dipastikan makam ini milik siapa.
It couldn't be ascertained this tomb belongs to who.


Ada yang membuat telahan ini adalah makam kaum kerabat Raja Melewar, Yam Tuan pertama Negeri Sembilan. Rujuk Makam Raja Melewar (The tomb of Raja Melewar).
There are those who guess this is the tomb of a kith and kin of Raja Melewar, the first Yam Tuan (ruler of) Negeri Sembilan. Refer to Makam Raja Melewar (The tomb of Raja Melewar).



Surau (Small praying hall of) Kampung Pulau Aceh, Rembau



Seterusnya kami masuk ke kawasan pendalaman berdekatan lalu terlihat bangunan ini.
Next we went into a nearby rural area and saw this building.


Ia adalah surau Kampung Pulau Aceh.
It is the surau (small praying hall of) Kampung Pulau Aceh.


Bangunannya ringkas namun saya terasa ada sesuatu yang istimewa tentangnya...
Its building is simple but yet I feel there's something special about it... 









Masjid (Mosque of) Nerasau, Rembau

Beralih sebentar ke Negeri Sembilan.
Moving for a short while to Negeri Sembilan.


Hujung minggu lalu kami lalu di Rembau lalu singgah di masjid Nerasau.
Last weekend we went through Rembau and stopped by at the mosque of Nerasau.


Kami diberitahu masjid ini memiliki mimbar lama yang menarik.
We were told this mosque has an old pulpit which is interesting.




Mari lihat ke dalam.
Let us have a look inside.








Inilah mimbarnya...
This is it the pulpit...





Monday, August 06, 2012

Masjid Nasional (National mosque of) Al-Akbar, Surabaya



Dari Mojokerto kami ke Surabaya lalu singgah di masjid ini.
From Mojokerto we went to Surabaya and stopped by at this mosque.


Dipanggil Masjid Nasional Al-Akbar, ia adalah masjid paling utama di bandar raya ini.
Called Masjid Nasional (national mosque of) Al-Akbar, it is the most prominent mosque in this city.


Mari lihat lebih dekat...
Let's have a closer look...






Dewan utama solat.
Main praying hall.


Mihrab.
Front-most section.


Makam (Tomb of) Putri Campa, Mojokerto



Satu lagi tempat menarik yang boleh dilawati di sekitar Mojokerto adalah makam Putri Campa.
One more interesting place which could be visited around Mojokerto is the tomb of Putri Campa.


Beliau adalah seorang puteri dari Campa (dikatakan di Indochina) yang dijadikan isteri oleh Raja Majapahit sekitar 600 tahun lalu.
She is a princess from Campa (said to be in Indochina) who was made a wife of the king of Majapahit around 600 years ago.




Ada pula menambah inilah ibu kepada Raden Fatah, pemerintah pertama kerajaan Islam Demak. Lihat artikel Makam Raden Fattah dan kaum keluarganya (Tomb of Raden Fattah and his family members).
There are those who added this is the mother to Raden Fatah, the first ruler of the Islamic kingdom of Demak. Look at the article Makam Raden Fattah dan kaum keluarganya (Tomb of Raden Fattah and his family members).


Makam (Tomb of) Sayyid Jamadil Kubro di (at) Troloyo


Dari pendopo kami bergerak sekitar 600 meter ke satu tempat yang dipangil Makam Troloyo.
From the pendopo we moved on around 600 metres to a place called Makam (tomb of) Troloyo.


Troloyo merujuk kepada nama tempat...
Troloyo refers to name of the place...


Di dalam ini terdapat sejumlah makam lama.
Inside here there exists a number of old tombs.


Antaranya adala petilasan iaitu makam singgah para Wali Songo.
Among it are petilasan or 'stop by' tombs (marking a place where a prominent person of olden days had spent much time) of the Wali Songo (nine saints of Jawa).


Makam paling terserlah adalah milik seorang wali besar bernama Sayyid Jamadil Kubro.
The most outstanding tomb belongs to a major saint named Sayyid Jamadil Kubro.




Dikatakan hampir semua Wali Songo adalah keturunan beliau.
It is said almost all of the Wali Songo are his descendants.






Turut terserlah dalam bangunan utama adalah 3 makam ini...
Also outstanding in the main building are these three tombs...








Yang ini baru makam Sayyid Jamadil Kubro.
This one is the tomb of Sayyid Jamadil Kubro.




Pendopo Agung (Great open hall of) Trowulan

Bersambung dari Kolam (Pool of) Segaran.
Continued from Kolam (Pool of) Segaran.


Ke hadapan sedikit dari kolam terdapat tinggalan ini pula.
Slightly further than the pool lies in turn this remnant.


Ia dipanggil Pendopo Agung Trowulan.
It is called the Pendopo Agung (great pendopo) of Trowulan.


Perkataan Pendopo merujuk pada dewan tanpa dinding yang kelihatan ini. Ia adalah tempat masyarakat berbincang dengan wakil kerajaan.
The word Pendopo refers to the hall without walls seen here. It is the place for the community to discuss matters with representatives of the government.



Untuk pengetahuan kawasan sekitar in pula dipanggil Trowulan. Ia pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan lama Majapahit. Kelihatan sini patung Gajah Mada, penasihat kerajaan yang sangat terkenal lebih 600 tahun lalu.
For information the area around here in turn is called Trowulan. It has been the centre for the old kingdom of Majapahit. Seen here is the bust of Gajah Mada, the government advisor which was very famous more than 600 years ago.


Kalau tak salah ini adalah patung Raden Wijaya, orang yang mendirikan kerajaan Majapahit sekitar 1293 Masihi.
If not mistaken this is the statue of Raden Wijaya, the person who founded the kingdom of Majapahit around 1293 AD.


Pemandangan dalam pendopo. Cukup.
View inside the pendopo. Enough.