Tuesday, November 03, 2009

Kota (Fort of) Kuala Linggi

Bersambung dari artikel Masjid (Mosque of) Al-Muttaqin, Kuala Linggi...
Continued from the article Masjid (Mosque of) Al-Muttaqin, Kuala Linggi...



Berdekatan kuala Sungai Linggi terdapat sebuah bukit, Bukit Supai dengan satu binaan lama...

Close to the mouth of the river Linggi lies a hill, Bukit Supai with an olden construction available...


Pergi lebih dekat dan kelihatanlah bekas sebuah kota lama...
Look closer and one could see the remains of an old fort...



Mari naik ke atas...
Let us go up...


Kelihatan jalan masuk utama ke kota...
One could see the main entrance to the fort...




Sedikit maklumat tentang kota berumur sekitar 250 tahun ini. Sila buka dalam windows baru untuk melihat lebih dekat.
Some information on this 250-year-old or so fort. Please open it in another windows to have a more detailed look.



Kawasan mendatar puncak bukit yang dilingkungi tembok kota...
The plains on top the hill which is contained by the fort walls...








Boleh kelihatan kuala Sungai Linggi dari sisi utara...
One could see the mouth of the Linggi river from the northern side...



Bahagian barat kota membawa ke pintu masuk utama tadi...
The western part of the fort bring us back to the main entrance...





Dinding kota barat menghadap ke Selat Melaka...
The western wall of the fort faces the Straits of Melaka...





Mari kita turun...
Let us go down...





Oh. Bangunan terbengkalai di bawah adalah sebahagian dari kompleks pelancongan yang dicadangkan untuk menaikkan kota yang turut dikenali sebagai Fort Supai, kota Bukit Supai tetapi nampaknya tidak menjadi. Sekian.
Oh. The abandoned building below is part of the tourism complex suggested to popularise this fort also known as Fort Supai because of the name of the hill but it seems the project did not proceed all that well. That's all.


p/s: Satu cerita bergambar tentang kota ini juga sekitar Kuala Linggi telah dibuat dalam blogspot BERPETUALANG KE ACEH lebih setahun lalu. Sila lihat artikel Interlude: A visit to Kuala Linggi... .
A pictorial story about this fort and the surrounding Kuala Linggi has been made in the blogspot BERPETUALANG KE ACEH more than a year ago. Please look at the article Interlude: A visit to Kuala Linggi... .

Masjid (Mosque of) Al-Muttaqin, Kuala Linggi...

Dalam satu perjalanan ke Kota Kuala Linggi berhampiran sempadan Melaka-Negeri Sembilan, saya singgah ke masjid ini, Masjid Al-Muttaqin...
In a journey to the fort of Kuala Linggi nearby the border of Melaka-Negeri Sembilan, I made a stop at this mosque, the mosque of Al-Muttaqin...


Sebenarnya saya singgah sebentar untuk mengambil wudhuk...
Actually I stopped for a little while to make abolution...

Alang-alang dah masuk ke dalam, saya pun mula mengambil gambar...
Since I am already inside, I might as well take pictures...


Sekurang-kurangnya boleh juga dikongsi bersama para pembaca!
At least it could be shared with all dear readers!



Inilah ruang solat utamanya. Sekian...
This is its main praying hall. That's all...

Masjid jamek (Main mosque of) Sultan Alauddin Riayat Shah I

OK. Kali ini saya ingin memaparkan sebuah masjid yang tak kurang istimewa, Masjid Jamek Sultan Alauddin Riayat Shah I...
OK. This time I want to feature a mosque which is no less special, the main mosque of Sultan Alauddin Riayat Shah I...


Apa yang istimewa tentang masjid ini? Lihat bangunan berwarna kuning dalam gambar...
What is special about this mosque? Look at the yellow building in the picture...



Untuk makluman, di sini terdapat satu-satunya makam Sultan Melaka yang masih wujud di Malaysia, Sultan Alauddin Riayat Shah yang memerintah 1477-1488 Masihi. Nama baginda dicatat sebagai Sultan Alauddin Riayat Shah I kerana memiliki cucu bernama serupa, dikenali sebagai Sultan Alauddin Riayat Shah II yang menjadi pemerintah empayar Johor-Riau-Lingga...
For information, herein lies the one and only existing tomb of a Sultan of Melaka in Malaysia, Sultan Alauddin Riayat Shah who ruled 1477-1488 AD. His name is written as Sultan Alauddin Riayat Shah I because he had a grandchildren with the same name, known as Sultan Alauddin Riayat Shah II who became ruler of the Johor-Riau-Lingga empire...



Walaupun masjid di sebelah makam adalah sebuah masjid moden yang dibina tahun 1960an kalau tak salah ingatan, ia juga cukup istimewa.
Although the mosque besides the tomb is a modern mosque built in the 1960s if I'm not mistaken, it is also special enough.



Apa yang istimewa? Mari masuk ke dalam...
What is special about it?Let us go inside...




Kelihatan ia serupa dengan mana-mana masjid moden biasa. Tetapi tahukah anda masjid ini dibina atas tapak istana Sultan Alauddin?
It looks similar to any common modern mosque. But do you know that the mosque was built on top the site of Sultan Alauddin's palace?





Al-Fatihah untuk almarhum Sultan Alauddin. Sekian...
Recital of the Quranic verses of Al-Fatihah for Sultan Alauddin. That's all...


p/s:
Nasib baik saya telah mengambil gambar-gambar ini dalam satu lawatan bulan Ogos. Walaupun saya telah banyak kali pergi ke sini, rupa-rupanya saya tidak pernah membuat apa-apa cerita khusus tentang masjid dan makam ini di blogspot ini. Yang ada cuma sedikit penerangan yang ada dalam artikel
Gambar-gambar di Muar (pictures in Muar) yang dibuat Januari 2007 .
Luckily I took these pictures in a visit in August. Although I've been here many times, as it turned out I have never made any dedicated story about this mosque and tomb in this blogspot. What was available is just a bit of explanation available in the article Gambar-gambar di Muar (pictures in Muar) made January 2007 .