Friday, April 04, 2014

Makam (Tomb of) Qadhi Ismail



Sebelah jalan masuk ke benteng Malahayati terdapat makam ini.
Besides the road entering towards the fort of Malahayati there exists this tomb.











Ia dikatakan milik Qadhi Shadrul Islam Ismail, seorang ulamak besar dan mufti kerajaan Lamuri yang meninggal dunia tahun 1448.
It is said to belong to Qadhi Shadrul Islam Ismail, a major religious master and grand religious official of the kingdom of Lamuri who died in the year 1448.





Makam di sebelah benteng Malahayati (Tomb besides the fort of Malahayati)



Ini pula adalah makam berdekatan benteng Malahayati. Rujuk artikel lama Benteng (fortress of) Inong Balee, satu peninggalan (a legacy of) Laksamana Malahayati.
This in turn is a tomb nearby the fort of Malahayati. Refer to the old article Benteng (fortress of) Inong Balee, satu peninggalan (a legacy of) Laksamana Malahayati.





Dipercayai ia milik seorang pembesar kerajaan Lamuri.
It is believed to belong to an official of the kingdom of Lamuri.





Makam (Tomb of) Sultan Muhammad Syah Lamuri



Berdekatan benteng ada sejumlah makam lama.
Nearby the fort there are a number of old tombs.



Saya diberitahu salah satunya adalah milik seorang raja bernama Sultan Muhammad Syah.
I was told one of it belongs to a king named Sultan Muhammad Syah.


Baginda pernah memerintah kerajaan lama Lamuri yang berpusat di sekitar ini dan dikatakan mangkat tahun 1503. Ada menyebut Sultan ini memiliki anak bernama Sultan Munawar Syah. Dari Sultan Munawar muncul Sultan Shamsuddin yang seterusnya memunculkan Sultan Ali Mughayat Syah, penakluk yang disebut dalam sejarah mengasaskan kerajaan besar Aceh Darussalam dengan menggabungkan beberapa kerajaan tahun 1520an.
His majesty has ruled the old kingdom of Lamuri which is centred around here and is said to have passed away in the year 1503. There are those who said this Sultan has a son named Sultan Munawar Syah. From Sultan Munawar was issued Sultan Shamsuddin who in turn issued Sultan Ali Mughayat Syah, the conqueror who is mentioned in history as founding the big kingdom of Aceh Darussalam by combining a number of kingdoms in the year 1520s.


Beberapa makam di sekitar...
Some tombs around...








Ia mungkin milik raja-raja bawahan.
It might belong to minor rulers.





Benteng (Fort of) Kuta Leubok



Perjalanan kemudian membawa kami keluar 40 km dari Banda Aceh ke satu tempat dipanggil Kuta Leubok berdekatan Teluk Lamreh.
The journey then brought us 40 km out of Banda Aceh to a place called Kuta Leubok near Teluk Lamreh.






Ada benteng pertahanan yang katanya telah wujud sejak zaman Portugis cuba menduduki Aceh 1510an, tidak lama selepas penjajah Barat itu dapat menakluki Kota Melaka 1511.
There is a defence fort which is said to have existed since the time Portugese tried to invade Aceh 1510an, not long after the Western colonialists captured the city of Melaka 1511.





Malah ada yang percaya kota ini sudah wujud lebih lama lagi, mungkin sebelum tahun 1200an.
In fact there are those who believe this fort has existed much earlier, maybe before the year 1200s.























Untuk sampai ke sini seseorang harus berjalan kaki agak jauh dari tepian jalan. Lihat artikel Walking down to Kuta Leubok di blogspot BERPETUALANG KE ACEH.
To reach here one must walk quite far from the roadside. Look at the articleWalking down to Kuta Leubok  in the blogspot BERPETUALANG KE ACEH.











Makam (Tomb of) Teuku Nyak Makam



Di sisi masjid terdapat sejumlah makam.
Besides the mosque there exists a number of tombs.


Makam paling terserlah adalah milik Teuku Nyak Makam seorang pejuang Aceh yang gigih menentang penjajahan Belanda.
The most outstanding tomb belongs to Teuku Nyak Makam an Acehnese fighter who was very active against the colonisation of the Dutch.











Yang lain kalau tak salah milik ahli keluarga.
The others if not mistaken belongs to family members.



Masjid jami' (Main mosque of) al-Mahabbah, Lamnga

Bersambung dari Makam (Tomb of) Habib Dham.
Continued from  Makam (Tomb of) Habib Dham


Seterusnya kami singgah di Masjid jami' al-Mahabbah di Lamnga.
Next we stopped by Masjid jami' (main mosque) of al-Mahabbah at Lamnga.





Ada sesuatu yang mahu dilihat di sisi masjid. Tapi sebelum ini biar kita melihat ke dalam...
There is something to be seen besides the mosque. But before that let us have a look inside...











Makam (Tomb of) Habib Dham



Seberang jalan tidak jauh dari Makam Maharajalela pula terdapat kawasan pemakaman ini.
Across the road not far from the tomb of Maharajalela there exists in turn this tomb area.

















Saya diberitahu ia makam Habib Dham, seorang tokoh agama berketurunan Nabi Muhammad SAW.
I was told it is the tomb of Habib Dham, a religious figure descended from Prophet Muhammad SAW.