Thursday, August 30, 2007

Sedikit mengenai (A bit about) Pulau Besar, Melaka...

Assalamualaikum para pembaca sekalian. Setelah lebih kurang 11 hari tidak membuat apa-apa penambahan baru dalam mana-mana blogspot saya, kesenyapan ini telah dipecahkan semalam apabila saya membuat artikel baru bertajuk Trip to Europe 1995... Getting classical (and Merdeka too) in Austria! untuk blogspot BERPETUALANG KE ACEH . Ini diikuti sedikit preview daripada buku ketiga saya yang sedang dalam proses suntingan, buku "Berpetualang ke Aceh: Sirih pulang ke Gagang?" atau BKA III. Preview yang diberi tajuk Seorang tua tariqat di Langsa, Aceh... ini dibuat untuk blogspot CATATAN SI MERAH SILU tadi.
Greetings dear readers. After some 11 days not making updates in any of my blogspots, the ice was broken last night when I made a new article called Trip to Europe 1995... Getting classical (and Merdeka too) in Austria! for the blogspot BERPETUALANG KE ACEH . This was followed by a preview from my third book which is undergoing an editting process, the book called "Berpetualang ke Aceh: Sirih pulang ke Gagang?" or BKA III. The preview which was given the title Seorang tua tariqat di Langsa, Aceh... was made for the blogspot CATATAN SI MERAH SILU just now.
Oleh itu saya rasa blogspot ini juga perlu dibuat penambahan baru. Cuma saya kesuntukan masa untuk mengatur bahan dan cerita, maka biar disajikan sahaja satu cerita pendek sebagai pembuka selera ya. Kebetulan 2 hari lepas saya telah pergi ke Pulau Besar, Melaka setelah setengah tahun tidak ke sana. Maka biar kita bercerita sedikit tentang pulau misteri ini berdasarkan gambar-gambar yang telah diambil setengah tahun lalu, gambar-gambar yang pernah dijadikan cerita untuk blogspot BERPETUALANG KE ACEH lebih sebulan lalu... Ini dia...
Therefore I feel this blogspot must also be updated. It's just that I don't have much time to arrange the material and story, so let's just have this short story as an appetiser ya. It happens that 2 days ago I went to Pulau Besar, Melaka after half-a-year not being there. So let me just tell something about this mysterious island using pictures taken half-a-year ago, pictures which have been used for stories in the blogspot BERPETUALANG KE ACEH more than a month ago. This is it...

Kawasan makam Tok Putih dan Tok Janggut di pesisir pantai Pulau Besar. Tok Putih dikatakan seorang ulamak dahulukala sementara Tok Janggut pula dikatakan seorang pahlawan daripada Aceh yang menjadi pengawal peribadi Tok Putih.

The Tok Putih and Tok Janggut tombs area at Pulau Besar's seaside. Tok Putih is said to be an olden religious scholar while Tok Janggut is said to be a warrior from Aceh who became Tok Putih's bodyguard.



Sebuah makam betul-betul di luar makam utama Sultanul Ariffin Sheikh Ismail.

A tomb just outside the main tomb of Sultanul Ariffin Sheikh Ismail.



Bangunan utama makam Sheikh Ismail.

The main building for the tomb of Sheikh Ismail.


Makam Sharifah Rodziah, dikatakan cucu perempuan Sheikh Ismail.

The tomb of Sharifah Rodziah, said to be a grand-daughter of Sheikh Ismail.


Makam Nenek Kebayan...

The tomb of Nenek Kebayan (something like a mystical old hag)...

Makam Tujuh Beradik...

(literally) Tombs of the seven siblings...



Makam Seribu, dipanggil begitu kerana dikatakan ia menempatkan badan 1,000 pahlawan Islam yang mati syahid dalam usaha memerdekakan kota Melaka daripada cengkaman penjajah Barat!

The 1,000 tombs, called so because it is said to contain the bodies of 1,000 Islamic martyrs who died while trying to free the city of Melaka from the grip of Western colonialists!

------------------------

Hmm... Cukuplah. Kalau mahu tahu cerita lebih lanjut dan mendalam, sila masuk ke...

Pulau Besar 1: Enter the 'big' island!

Pulau Besar 2: Why so many long tombs?

Pulau Besar 3: Time to move on...

Cuma satu sahaja masalah. Cerita-cerita ini ditulis dalam bahasa Inggeris sahaja. Sekian!

Hmm... Enough. If you want to know much more just enter...

Pulau Besar 1: Enter the 'big' island!

Pulau Besar 2: Why so many long tombs?

Pulau Besar 3: Time to move on...

It's just that these stories are were written in English only. So long!