Friday, January 13, 2012

Masjid Raya (Mosque of) Bitrul Tajriyan, Pengkalan Susu

Bersambung dari Surau (Small praying hall of) Nurul Hikmah, Pengkalan Susu.


Dari surau yang terletak berdekatan jeti ke Pulau Kampai tadi kami ke kawasan pekan lalu singgah di masjid ini.
From the small praying hall which is situated near the jetty to Pulau Kampai just now we went to the small town area and stopped by at this mosque.


Masjidnya boleh tahan besar.
The mosque is rather big.


Menara azannya juga tinggi.
Its call to prayer tower is also high.


Selamat datang ke Masjid Bitrul Tajriyan, Pengkalan Susu.
Welcome to Masjid (mosque of) Bitrul Tajriyan, Pengkalan Susu.






Dewan solat.
Praying hall.


Bahagian bawah kubah.
Section under the roof.


Mihrab.
Front-most section.



Surau (Small praying hall of) Nurul Hikmah, Pengkalan Susu

Bersambung dari Makam (Tomb of) Mas Merah.
Continued from Makam (Tomb of) Mas Merah.


Dari Pulau Kampai kami kembali ke tanah besar Sumatera iaitu di Pengkalan Susu lalu singgah di sini.
From Pulau (island of) Kampai we returned to mainland Sumatera that is at Pengkalan Susu and stopped by here.


Nampak seperti masjid yang agak cantik...
Looks like a rather beautiful mosque...






Kemudian baru saya tahu ia sebuah surau yang diberi nama Nurul Hikmah.
Then only I knew it is a surau (small praying hall) which has been named Nurul Hikmah.


Dewan solat.
Praying hall.


Bahagian bawah kubah.
Section under the roof.


Mihrab.
Front-most section.



Makam (Tomb of) Mas Merah

Bersambung dari Makam-makam panjang di (The long tombs at) Pulau Kampai.
Continued from Makam-makam panjang di (The long tombs at) Pulau Kampai.


Dari makam panjang kami melalui celah sejumlah rumah lalu sampai ke bangunan ini.
From the long tombs we went in-between some houses and got to this building.


Di dalamnya juga ada dua buah makam dan ia milik satu pasangan.
Inside it there also exists two tombs and it belongs to a couple.


Namun yang terkenal adalah di sebelah kiri.
Still the famous one is to the left.


Tertera nama Salmah yang berasal dari Deli, meninggal dunia sekitar 1920 namun lebih dikenali sebagai Mas Merah.
Inscribed is the name Salmah who orginated from Deli, passed away around 1920 but more well-known as Mas Merah.


Di kanan katanya adalah makam suaminya. Ada pula yang kata mereka tidak sempat menikah.
To the right is said to be her husband's tomb. Then there are those who said they didn't have the time to be wed.


Namanya Salam, berasal dari Sarawak.
His name is Salam, originated from Sarawak.


Walaupun ada dua makam di sini, ia secara umumnya dikenali sebagai makam Mas Merah sempena nama wanitanya. Menurut ceritanya, pasangan ini diserang satu penyakit lalu kedua-duanya meninggal dunia dalam jarak seminit dua. Seperti makam panjang, makam Mas Merah dianggap keramat oleh ramai.
Although there are two tombs here, it is generally known as makam (tomb of) Mas Merah after the woman. According to the stories, the coupled was attacked by a disease and both died within a minute or two of each other. Like the long tombs the tomb of Mas Merak is considered sacred by many.



Makam-makam panjang di (The long tombs at) Pulau Kampai

Bersambung dari Masjid (Mosque of) Baiturrahman, Pulau Kampai.


Tidak jauh dari masjid kelihatan bangunan ini.
Not far from the mosque could be seen this building.


Di dalamnya terdapat dua makan panjang.
Inside it are two long tombs.








Orang tempatan sendiri tidak tahu makam-makam siapakah ini.
The locals themselves don't know who these tombs belong to.


Namun ada pihak luar yang percaya makam lebih panjang adalah milik seorang ulamak silam dari Perlak.
Still there are outside parties who believe the longer tomb belongs to an olden master scholar from Perlak.





Yang lebih pendek pula dikatakan milik isterinya.
The shorter one in turn is said to belong to his wife.



Masjid (Mosque of) Baiturrahman, Pulau Kampai

Kembali ke perjalanan Medan-Banda Aceh.
Returning to the Medan-Banda Aceh trip.


Selepas Pengkalan Brandan kami ke Pulau Kampai.
After Pengkalan Brandan we went to Pulau (island of) Kampai.


Singgah di masjidnya yang dipanggil Masjid Baiturrahman.
Stopped by at its mosque which is called Masjid (mosque of) Baiturrahman.


Mari masuk ke dalam.
Let us go inside.




Dewan solat.
Praying hall.


Bahagian bawah kubah.
Section under the roof.


Mihrab.
Front-most section.



Tuesday, January 10, 2012

Makam (Tomb of) Yang Dipertuan Muda Raja Abdurrahman

Bersambung dari (The building called) Gedung Mesiu.
Continued from (The building called) Gedung Mesiu.


Makam terakhir yang mahu diziarahi di Pulau Penyengat terletak dekat dengan Gedung Mesiu.
The last tomb to be visited at Pulau (island of) Penyengat is situated near the Gedung Mesiu.



Ini adalah makam Yang Dipertuan Muda yang ke 7, Raja Abdurrahman yang memerintah 1832-1844.
This is the tomb of the 7th Yang Dipertuan Muda, Raja Abdurrahman who ruled 1832-1844.


Baginda adalah abang tua kepada Yang Dipertuan Muda ke 8 Raja Ali. Lihat Kompleks makam (Tomb complex of) Yang Dipertuan Muda Raja Jaafar.
His majesty was the elder brother to the 8th Yang Dipertuan Muda Raja Ali. Look at Kompleks makam (Tomb complex of) Yang Dipertuan Muda Raja Jaafar.


.
Raja Abdurrahman bertanggungjawab memperbesarkan Masjid Sultan Riau sehingga menjadi rupanya sekarang. Lihat Masjid Raya (Main mosque of) Sultan Riau, Pulau Penyengat.
Raja Abdurrahman was responsible for enlarging the mosque of Sultan Riau till it became how it looks like now. Look at Masjid Raya (Main mosque of) Sultan Riau, Pulau Penyengat.



(The building called) Gedung Mesiu

Bersambung dari Istana Kantor (The office palace).
Continued from Istana Kantor (The office palace).


Seterusnya saya berkejar ke sebuah lagi makam. Terlihat pula bangunan ini dalam perjalanan....
Next I rushed to get to one more tomb. Saw this building in turn while on the way...


Tertulis nama Gedung Mesiu. Saya tahu maksud gedung tetapi tidak tahu apa itu mesiu.
Written the name Gedung Mesiu. I known the meaning of gedung but don't know what is mesiu.


Rupa-rupanya mesiu adalah ubat bedil. Dan ini adalah tempat menyimpannya.
As it turned out mesiu is ammunitions. And this is a place for storing it.



Istana Kantor (The office palace)

Bersambung dari Gedung (Warehouse of) Tengku Bilik.
Continued from Gedung (Warehouse of) Tengku Bilik.


Dari Gedung Tengku Bilik kami menghala ke selatan pulau lalu kelihatan bangunan ini.
From Gedung Tengku Bilik we headed to the south of the island and saw this building.


Pintu masuk utamanya terletak ke hadapan sedikit.
Its main entrance is situated a bit in front.






Selamat datang ke Istana Kantor. Dibina oleh Yang Dipertuan Muda Riau ke 8 Raja Ali (lihat Kompleks makam (Tomb complex of) Yang Dipertuan Muda Raja Jaafar), ia dipanggil begitu kerana merupakan istana pertama yang turut berfungsi sebagai pejabat.
Welcome to Istana Kantor. Built by the 8th Yang Dipertuan Muda of Riau Raja Ali (look at Kompleks makam (Tomb complex of) Yang Dipertuan Muda Raja Jaafar), it is called such as it was the first istana (palace) which also functions as an office (kantor in Indonesia).


Mari lihat lebih dekat.
Let us have a closer look.





Sayangnya bangunannya berkunci. Jadi kita lihat sahaja apa yang dapat. Untuk makluman ini adalah artikel ke 828 di blogspot ini.
Too bad the building was locked. So let us just look at what we could get. For information this is the 828th article in this blogspot.