Tuesday, January 17, 2012

Makam (Tomb of) Raja Ali Marhum Pulau Bayan

Bersambung dari Masjid (Mosque of) Al-Mujahiddin, Tanjung Pinang.
Continued from Masjid (Mosque of) Al-Mujahiddin, Tanjung Pinang.


Sebelum kembali ke pusat bandar Tanjung Pinang kami sempat singgah sebuah lagi makam.
Before returning to the Tanjung Pinang town centre we had time to stop by at another tomb.


Ia adalah makam Yang Dipertuan Muda ke 5 Raja Ali, memerintah 1784-1806.
This is the tomb of the 5th Yang Dipertuan Muda Raja Ali, ruled 1784-1806.



Baginda juga dikenali sebagai Marhum Pulau Bayan kerana pernah bersemayam di situ.
His majesty is also known as Marhum (deceased of) Pulau (island of) Bayan as he used to reside there.



Panggilan Marhum Pulau Bayan dibuat untuk membezakannya dengan Yang Dipertuan Muda ke 8 yang juga bernama Raja Ali (memerintah 1844-1857).
The calling Marhum Pulau Bayan was made to differentiate him from the 8th Yang Dipertuan Muda who is also named Raja Ali (ruled 1844-1857).



Masjid (Mosque of) Al-Mujahiddin, Tanjung Pinang

Bersambung dari Masjid (Mosque of) Tulus Ikhlas, Tanjung Pinang.


Di pinggir kota Tanjung Pinang saya terlihat masjid ini.
At the fringe of the town of Tanjung Pinang I saw this mosque.


Reka bentuknya yang menarik membuat saya ingin masuk ke dalam.
Its interesting design made me want to go inside.






Dewan solat.
Praying hall.


Baru saya tahu namanya adalah Masjid Al-Mujahiddin.
Then only I knew its name is Masjid (mosque of) Al-Mujahiddin.


Mihrab.
Front-most section.



Masjid (Mosque of) Tulus Ikhlas, Tanjung Pinang

Bersambung dari Makam (Tomb of) Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah.


Keluar dari makam menghala ke jalan utama kami terlihat masjid ini.
Going out of the tomb heading towards the main road we saw this mosque.


Kami pun singgah untuk melihat lebih dekat. Namanya Masjid Tulus Ikhlas.
We then stopped by to have a closer look. Its name is Masjid (mosque of) Tulus Ikhlas.






Ada beduk di serambi.
There's a beduk (traditional drum) at the verandah.


Masuk ke dalam.
Going inside.


Dewan solat.
Praying hall.


Mihrab.
Front-most section.



Makam (Tomb of) Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah

Bersambung dari Makam (Tomb of) Bendahara Tun Abbas.


Dalam perjalanan kembali ke Tanjung Pinang kami singgah di makam ini.
On the way back to Tanjung Pinang we stopped by at this tomb.



Maklumat ini cukup untuk menerangkan siapakah baginda.
This information should be enough to explain who his majesty was.


Sekarang biar kita lihat lebih dekat.
Now let us have a closer look.




Lihat ke kiri.
Looking to the left.


Lihat ke kanan.
Looking to the right.


Makam Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah.
The tomb of Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah.







Makam (Tomb of) Bendahara Tun Abbas

Bersambung dari Makam (Tomb of) Daeng Merewah.


Berdekatan makam Daeng Merewah terdapat ini.
Close to the tomb of Daeng Merewah there exists this.


Ia adalah bangunan makam Tun Abbas, Bendahara empayar Johor-Riau-Lingga yang hidup sezaman dengan Daeng Merewah
It is the tomb building of Tun Abbas, the Bendahara (like the royal prime minister) of the Johor-Riau-Lingga empire who lived in the same period as Daeng Merewah.


Makamnya adalah yang kanan ini.
His tomb is the one to the right here.


Lihat kedudukan makam Daeng Merewah di belakang.
Look at the position of Daeng Merewah's tomb behind.


Di halaman adalah makam kaum kerabat.
At the compound are the tombs of kith and kins.


Ada yang berbatu nesan begini.
There are those with tombstones like this.


Namun kebanyakan memakai batu nesan Aceh serupa seperti yang terdapat di makam Tun Abbas.
Still most use Aceh tombstones identical to the ones available on the tomb of Tun Abbas.





Makam (Tomb of) Daeng Merewah

Bersambung dari Makam (Tomb of) Habib Ali Al-Aidid.
Continued Makam (Tomb of) Habib Ali Al-Aidid.


Perjalanan seterusnya membawa kami ke tempat ini.
The journey next brought us to this place.




Di dalamnya terdapat banyak makam-makam lama.
Inside it there exists many old tombs.






Makam utamanya ialah ini, makam Daeng Merewah.
The main tomb is this, the tomb of Daeng Merewah.


Baginda adalah Yang Dipertuan Muda Riau yang pertama, memerintah 1721-1728.
His majesty is the first Yang Dipertuan Muda of Riau, ruled 1721-1728.





Makam (Tomb of) Habib Ali Al-Aidid

Bersambung dari Makam di belakang Daeng Bunga (Tomb behind Daeng Bunga).


Kami bergerak lagi tak sampai 1 km di mana terdapat bangunan ini.
We moved on again not reaching 1 km where lies this building.


Terdapat makam ulamak yang dikenali sebagai Habib Ali Al-Aidid.
There lies the tomb of a master scholar known as Habib Ali Al-Aidid.