Friday, August 20, 2010

Kompleks makam Ratu Nahrisyah (Queen Nahrisyah tomb complex)

Sekitar 700 meter dari makam 44 orang ulamak (lihat artikel Makam 44 ulamak (Tombs of the 44 religious scholars)) terdapat kompleks makam Ratu Nahrisyah.
Some 700 metres from the tombs of the 44 religious scholars (look at the article Makam 44 ulamak (Tombs of the 44 religious scholars)) lies the Queen Nahrisyah tomb complex.




Makam raja perempuan yang memerintah kerajaan lama Samudera-Pasai awal abad ke 15 Masihi ini disebut sebagai salah satu makam tercantik di seluruh Alam Melayu.
The tomb of this female ruler who ruled the old kingdom of Samudera-Pasai early 15th century AD is said to be one of the most beautiful tomb in the whole Malay world.




Baginda sendiri disanjung tinggi kerana dikatakan adil lagi menyayangi rakyat.
His majesty herself is highly-esteemed as she is said to be just and full of love for her subjects.



Di sebelah makam Ratu Nahrisyah pula terdapat makam ini yang dikatakan milik ayahandanya seorang Sultan Samudera-Pasai.
Besides the tomb of Queen Nahrisyah there lies in turn this tomb which is said to belong to her father a Sultan of Samudera-Pasai.



Di kompleks ini terdapat banyak lagi makam kerabat diraja kerajaan Samudera-Pasai juga para bangsawan.
Inside this complex there exist many more tombs of members of the Samudera-Pasai kingdom royalty also its nobles.











Di hujung barat kompleks terdapat makam panjang ini. Saya sudah lupa nama pemiliknya tetapi kalau tak salah ingatan beliau adalah seorang panglima perang dari Turki yang berkhidmat dengan kerajaan Samudera-Pasai.
At the western end of the complex lies this long tomb. I have forgotten who it belongs to but if memory serves me right it belongs to a war general from Turkey who gave his service to the kingdom of Samudera-Pasai.


Makam 44 ulamak (Tombs of the 44 religious scholars)



Sekitar 1.3 km dari makam Sultan Malikus Salih kelihatan papan-tanda ini.

About 1.3 km from the tomb of Sultan Malikus Salih could be seen this signage.


Masuk lagi 200 meter boleh kelihatan kawasan bertembok ini.
Enter another 200 meters and you could see this walled area.


Selamat datang ke makam 44 orang ulamak.
Welcome to the tombs of the 44 religious scholars.


Menurut ceritanya mereka semua dibunuh oleh seorang raja yang zalim, ada kata kerabat diraja yang memegang kuasa, kerana menyanggah niatnya mahu mengahwini puteri sendiri!
According to the stories they were all killed by an unjust king, some a say a royalty who was holding power, for objecting against his wish to marry his own daughter!

Tuesday, August 17, 2010

Akhirnya, makam Sultan Malikus Salih waktu siang (At last, tomb of Sultan Malikus Salih at daytime)

Assalamualaikum. Artikel ini sepatutnya dibuat nanti, apabila siri penceritaan di blogspot CATATAN SI MERAH SILU sudah masuk ke bahagian yang berkaitan. Namun memandangkan ia akan menjadi artikel ke 393 di sini, saya rasa elok ia dilepaskan lebih awal...
Peace be upon you all. By right this article should only be made later, when the storytelling at the blogspot CATATAN SI MERAH SILU has reached the relevant parts. Still looking at the fact that it would become the 393th article here, I feel it is good to release it earlier...


Ini adalah kompleks makam Sultan Malikus Salih, pengasas kerajaan purba Samudera-Pasai.

This is the tomb complex of Sultan Malikus Salih, founder of the ancient kingdom of Samudera-Pasai.


Setahun lalu saya telah membuat artikel bertajuk Makam (tomb of) Sultan Malikus Salih! yang memaparkan keadaan makam waktu malam. Baru kini saya dapat menunjukkannya waktu siang, berdasarkan lawatan yang dibuat pagi 29 Januari 2010.
A year ago I have made an article titled Makam (tomb of) Sultan Malikus Salih! which shows the condition of the tomb at night. It is only now I could show it during daytime, based on a visit made morning of 29th January 2010.



Baru kelihatan maklumat ini yang menyebut baginda memerintah 1270-1297 Masihi. Turut tercatat sedikit maklumat tentang Sultan Malikus Zahir yang dikatakan anakanda baginda.
Only now could be seen this information which says his majesty ruled 1270-1297 AD. Also written is a bit of information on Sultan Malikul Zahir who is said to be his son.


Inilah makam Sultan Malikus Salih. Di kiri adalah makam Sultan Malikul Zahir.
This is it the tomb of Sultan Malikus Salih. On the left is tomb of Sultan Malikul Zahir.




Untuk pengetahuan, baginda dikenali sebagai raja yang kuat agama lagi salih dan bertaraf wali.
For information, his majesty is known as a king who has strong religious conviction also pious and has saintly status.





Al-Fatihah untuk Sultan Malikus Salih...

Recital of the Fatihah verses (opening of the holy book Quran) for Sultan Malikus Salih...


Makam pemimpin Dayah Tanoh Abee (Tombs of the leaders of the religious institution of Tanoh Abee)

Bersambung dari Dayah Tanoh Abee yang asal (The original religious institution of Tanoh Abee).
Continued from Dayah Tanoh Abee yang asal (The original religious institution of Tanoh Abee).


Di dalam kompleks yang sama kelihatan makam ini.

Inside the complex could be seen this tomb.

Kalau tak salah ini adalah makam Sheikh Fairus Al-Baghdadi pengasas Dayah Tanoh Abee.
If I'm not mistaken this is the tomb of Sheikh Fairus Al-Baghdadi founder of Dayah (religious institution) of Tanoh Abee.


Berdekatannya terdapat makam dengan batu nesah Aceh ini.
Near it exist this tomb with Aceh tombstones.


Sebenarnya di sekitar terdapat beberapa lagi makam dan katanya ia milik para pemimpin awal Dayah Tanoh Abee serta keluarga mereka.
Actually around here lies a number of tombs and it is said that it belong to the early leaders of Dayah Tanoh Abee along with family members.


Dayah Tanoh Abee yang asal (The original religious institution of Tanoh Abee)

Bersambung dari artikel Kawasan pemakaman (Burial area for) Panglima Polem. Ke selatan sedikit kelihatan satu kompleks bangunan...
Continued from the article Kawasan pemakaman (Burial area for) Panglima Polem. A bit more to the south could be seen a building complex...



Salah satu bangunannya kelihatan seperti surau tinggal.

One of its building looks like an abandoned surau (small praying hall).


Apabila dilihat lebih dekat kelihatan ada kawasan seperti tempat bersuluk menandakan tempat ini berkenaan amalan tariqat.

When looked closer it appears that there is a area like that of a place of meditation in solitude signifying this place is or was related to tariqat (Islamic spiritual and mysticism) practice.


Kemudian baru saya tahu di sinilah terletaknya Dayah Tanoh Abee yang asal (dayah adalah bahasa Aceh untuk madrasah). Untuk pengetahuan Dayah Tanoh Abee sangat terkenal di Aceh kerana perpustakaan kunonya menyimpan lebih 300 naskah kitab lama yang tidak ternilai. Ia diasaskan oleh seorang ulamak yang datang dari Baghdad 400 tahun lalu. Lihat artikel On to Tanoh Abee... so what exists over there? di BERPETUALANG KE ACEH seterusnya Dayah / Pesantren / Sekolah pondok Tanoh Abee... dan perpustakaan lebih 300 kitab lama! di blogspot CATATAN SI MERAH SILU.

Afterwards only did I learned here is the location of the original Dayah (Aceh word for religious school or institution) of Tanoh Abee. For your knowledge the Dayah of Tanoh Abee is very famous in Aceh because its old library contains more than 300 copies of priceless old books. It was founded by a religious master who came from Baghdad 400 years ago. Look at the article On to Tanoh Abee... so what exists over there? in BERPETUALANG KE ACEH followed by Dayah / Pesantren /Sekolah pondok Tanoh Abee... dan perpustakaan lebih 300 kitab lama! in the blogspot CATATAN SI MERAH SILU.


Kawasan pemakaman (Burial area for) Panglima Polem

OK. Saya telah memulakan satu siri baru di blogspot CATATAN SI MERAH SILU, tentang perjalanan ketiga saya ke Aceh penghujung 2010. Untuk makluman saya sudah ke sana 4 kali. Maka biar dimulakan penulisan artikel-artikel sokongan di sini...
OK. I have started a new series in the blogspot CATATAN SI MERAH SILU, about my third trip to Aceh end of 2010. For information I have gone there 4 times. So let the writing of supporting articles here begin.


Ini adalah kawasan tanah perkuburan Panglima Polim, juga dieja Polem.

This is the burial ground for Panglima Polim, also spelt Polem.

Ia terletak di satu kawasan pendalaman di satu bahagian kaki Gunung Seulawah sekitar 40 km dari Banda Aceh.
It is situated at an interior area at one part of the foot of the mountain Seulawah about 40 km from Banda Aceh.

Untuk makluman Panglima Polem ialah satu jawatan turun-temurun bangsawan Aceh, keturunan daripada raja besar Aceh Sultan Iskandar Muda (memerintah 1607-1636) dengan seorang gundik.
For information Panglima Polem is a hereditary Aceh noble title, descendants from the Aceh major king Sultan Iskandar Muda (ruled 1607-1636) from a concubine.


Oleh kerana anak Sultan Iskandar Muda dari pihak gundik tidak boleh menjadi raja, jawatan yang dipanggil Panglima Polem pun diberikan untuk dijadikan warisan keluarga.
Since the son of Sultan Iskandar Muda from a concubine junior wife could not be made a king, a position called Panglima Polem was given to be made a family heritage.



Apapun, Panglima Polem ialah salah seorang pembesar yang paling berkuasa dalam pemerintahan Aceh. Beliau cukup berpengaruh untuk menentukan bakal Sultan...
Whatever, Panglima Polem is one of the most powerful official in the ruling of Aceh. He has enough influence to decide on the appointment of the future Sultan...

Masjid jamek (Main mosque of) Paya Redan, Pagoh

Semasa berjalan-jalan di sekitar Pagoh, Muar saya terlihat dua buah masjid ini.
While going around Pagoh, Muar, I saw these two mosques.


Rupa-rupanya kedua-duanya adalah Masjid jamek Paya Redan, satu bangunan baru, satu lama. Kita lihat dahulu yang baru...
As it turns out both are the main mosque of Paya Redan, one a new building, another old. We have a look first at the new one...



Serambi belakang...
The rear verandah...


Dewan solat...
Main praying hall...



Kawasan bawah kubah.
Area under the dome.




Mihrab.
Front-most section.




Sekarang kita lihat bangunan lama masjid.
Now we have a look at the old building of the mosque.






Pada saya rekabentuknya lebih menarik...
To me its design is more interesting...










Namun nampaknya ia lebih banyak digunakan untuk mengaji Al-Quran.
Still it looks like it is used more for reciting the holy book of Quran.

Masjid (Mosque of) Abu Hurairah, Kampung Batu

Ini adalah sebuah masjid yang terdapat di hujung Jalan Ipoh, Kuala Lumpur.
This is a mosque which exist at the end of the street called Jalan Ipoh, Kuala Lumpur.


Namanya Masjid Abu Hurairah dan ia digunakan oleh penduduk Kampung Batu.
Its name is Masjid (Mosque of) Abu Hurairah and it is used by the people of Kampung Batu.



Bentuk menaranya mengingatkan saya pada kapal angkasa yang mendarat di bulan...
Its tower reminds me of the space ship which landed on the moon...






Mari masuk ke dalam.
Let us go inside.





Dewan solat.
The praying hall.

Bahagian bawah kubah terletak di belakang.
The area under the dome is located behind.

Mihrab.
Front-most section.